Sejarah Desa Balongrejo



Sejarah Desa Balongrejo: Jejak Peradaban dari Hutan ke Permukiman Makmur

Desa Balongrejo, yang kini menjadi salah satu desa yang tenteram dan rukun di Kecamatan Bagor, menyimpan sejarah panjang yang berakar sejak masa kejayaan Kerajaan Mataram. Menurut penuturan para sesepuh, dahulu wilayah ini masih berupa hutan belantara tanpa satu pun perkampungan. Namun, di tengah rimba yang lebat itu mengalir sebuah sungai dengan air yang begitu jernih dan tak pernah surut, bahkan di musim kemarau.

Sungai tersebut menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar, yang keberadaannya menarik perhatian masyarakat dari desa-desa sekitar. Mereka datang berbondong-bondong untuk mencari ikan sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih. Salah satu bukti kuat adalah wilayah Dusun Wates, yang dahulu merupakan rawa-rawa alami—menjadi saksi betapa suburnya kawasan ini.

Ketika Kerajaan Mataram runtuh, banyak rakyat mengungsi dan memilih menetap di kawasan tersebut. Mereka membuka lahan, membangun tempat tinggal, dan mengawali kehidupan baru. Melalui sebuah rembuk bersama para tokoh, diputuskanlah nama bagi perkampungan baru ini: Balongrejo.

Nama Balongrejo berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa: Balong, yang berarti kolam atau kedung, merujuk pada sumber air besar dari sungai yang mengalir; dan Rejo, yang berarti ramai atau makmur. Harapan besar tersimpan dalam nama ini: agar desa ini menjadi tempat yang gemah ripah loh jinawi—tanah yang subur, kehidupan yang makmur, dan masyarakat yang hidup rukun dan sejahtera.

Awalnya, Desa Balongrejo terdiri dari tiga dusun utama:

  • Dusun Balongrejo

  • Dusun Wates

  • Dusun Gawok

Kemudian pada tahun 1922, wilayah desa diperluas dengan penambahan:

  • Dusun Kepuhtelu

Semangat gotong royong dan kehidupan yang damai telah menjadi napas masyarakat Desa Balongrejo sejak awal berdiri hingga kini. Nilai-nilai kebersamaan dan saling membantu diwariskan dari generasi ke generasi.

Adapun para pemimpin yang pernah memegang amanah sebagai kepala desa dari masa ke masa adalah sebagai berikut:

No. Nama Pemimpin Masa Jabatan
1. Ki Demang Noyokromo Tidak terdeteksi
2. Ki Demang Suwondo Tidak terdeteksi
3. Ki Demang Coirono Tidak terdeteksi
4. Ki Demang Baris Tidak terdeteksi
5. Ki Demang Saidi Tidak terdeteksi
6. Lurah Partorejo … – 1939
7. Lurah Sadimin 1939 – 1949
8. Lurah Saijan 1949 – 1956
9. Lurah Yatimin 1956 – 1962
10. Lurah Kusdianto 1962 – 1990
11. Lurah Padin 1990 – 1998
12. Lurah Wakiman 1998 – 2007
13. Lurah Suprianto 2007 – sekarang

 


Dari hutan sunyi menjadi desa yang hidup dan berkembang, sejarah Desa Balongrejo adalah kisah tentang harapan, ketekunan, dan semangat kolektif masyarakat dalam membangun masa depan. Kini, Balongrejo bukan hanya sekadar nama, tetapi simbol kehidupan yang terus tumbuh dengan harmoni.