Pada awalnya Desa Selorejo terdiri dari tiga desa yaitu : Desa Selo, Desa Ngrombot, Desa Prayungan. Berdasarkan keterangan dari beberapa tokoh masyarakat desa pada awalnya dipimpin seorang Ki Ageng atau Lurah sekarang Kepala Desa. Dari ketiga desa tersebut diatas sebutan Kepala Desa atau Ki Ageng yang melegenda dimasyarakat sampai sekarang yaitu :
Dari ketiga tokoh tersebut berdasarkan cerita masyarakat berasal dari Grobogan Jawa Tengah. Sebutan desa selo, ada keterkaitannya dengan adanya peninggalan berupa batu yang dipergunakan sebagai alat merendam, membersihkan atau marang pusaka yang biasa disebut SELO KOPO sampai sekarang keberadaannya masih ada dan masih di keramatkan warga. Riwayat selanjutnya bersamaan keberadaan Kabupaten Berbek dengan Bupatinya Kanjeng Djimat atau Sosro Kusumo. Desa Selo diadakan pemekaran menjadi dua desa yaitu : Desa Selo Wetan dan Desa Selo Kulon. Untuk desa Selo kulon kepala desa / lurah yang melegenda sampai sekarang dengan sebutan Lurah Palang Pagri, karna berasal dari pagri berbek dan berkedudukan sebagi lurah palang, atau koordinator lurah.
Bersamaan Kabupaten Nganjuk kota kabupatennya di pindahkan dari berbek ke Nganjuk Desa Selo Wetan, Selo Kulon, Ngrombot dan Prayungan di satukan menjadi Selo Gede, atau Selorejo selanjutnya ditetapkan menjadi Desa Selorejo. Sejak menjadi Desa Selorejo diperkirakan tahun 1926 s/d 1946 Kepala Desanya Kaero Soedarmo, tahun 1946 s/d 1948 Kepala Desanya Dharmodjo, tahun 1948 s/d 1950 Kepala Desanya Soemiran, tahun 1950 s/d 1953 Kepal Desanya kembali pada Karto Soedarmo, tahun 1953 s/d 1984 Kepala Desanya Suratmin, tahun 1985 s/d 2013 Kepala Desanya
H. Yusmanto, SH tiga kali masa jabatan,tahun 2014 s/d 2019 Kepala Desanya Hj. Hartutik,SPd.