Tradisi Bersih Desa "Nyadranan" di Desa Gandu


 2020-09-01 |  Desa Gandu

Bersih Desa merupakan slametan atau upacara adat Jawa untuk memberikan sesaji kepada danyang desa. Sesaji berasal dari kewajiban setiap keluarga untuk menyumbangkan makanan (sedekah bumi). Bersih Desa atau yang lebih dikenal dengan sebutan "Nyadranan" oleh masyarakat desa Gandu sudah menjadi tradisi secara turun-temurun yang dilaksanakan pada hari Pahing, bulan Suro. Karena menurut sejarah, desa Gandu diresmikan pada hari Jum'at Pahing, bulan Suro. Masyarakat Desa Gandu telah melaksanakan tradisi nyadranan di hari Pahing bulan Suro, Sabtu (29/08/2020).

Sesuai tradisi, nyadranan dilaksanakan dengan slametan atau upacara adat di makam danyang (punden) yang disebut "Mbah Iprik". Slametan dilaksanakan dengan berdo'a bersama untuk mengucap syukur atas segala karunia Allah SWT dan memohon perlindungan agar desa Gandu menjadi desa yang aman dan tenteram. Setelah selesai berdo'a bersama, tradisi nyadranan dilanjutkan dengan acara pertunjukan tari tayub yang berlangsung di punden pada pagi hari, kemudian dilanjutkan di Balai Desa Gandu sampai malam hari. Mengingat pada tahun ini terjadi pandemi covid-19, acara nyadranan hanya berlangsung sampai siang hari. Acara nyadranan juga dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19.